
Teknik normalisasi adalah proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan entity dan relasi.
Proses pembentukan tabel normal penuh ( normalisasi ) bertujuan untuk :
- membuat sekecil mungkin terjadinya data rangkap
- menghindari data yang tidak konstan terutama bila dilakukan penambahan dan penghapusan data sebagai akibat adanya data rangkap
- menjamin bahwa identitas tabel secara tunggal sebagai determinan semua atribute
Proses normalisasi juga digunakan pada beberapa operasi yang berhubungan dengan data record yaitu :
1) operasi penambahan ( insert )
2) operasi penghapusan ( delete )
3) operasi pengubahan ( update )
4) operasi pembacaan data
Apabila terjadi kesulitan saat proses data maka tabel-tabel dipecahkan
menjadi beberapa tabel yang merupakan hasil pengelompokan data
berdasarkan entity masing-masing.
syarat dalam melakukan normalisasi
1) adanya field ( atribute kunci )
2) berdasarkan kepada ketergantungan fungsi
Bentuk-bentuk normalisasi
proses normalisasi tabel secara umum dibagi dalam 4 tahap sehingga dikenal
bentuk-bentuk tabel normal sesuai dengan tahapan normalisasi yang telah
dilakukan yaitu bentuk normal pertama, kedua, ketiga, keempat, dan
kelima.
- Bentuk tidak normal
- Bentuk normal ke-1 ( 1NF = first normalized form )
- file dibentuk dalam bentuk plat file
- fieldnya berupa atomic value yang artinya data tidak bisa dipecah kebentuk yang lebih kecil
- tidak ada field yang sama
- setiap fieldnya mempunyai satu pengertian/li>
- Bentuk normal ke-2 ( 2NF = second normalized form )
- bentuk ke-2 dicapai jika tabel sudah membentuk normal ke-1
- atribut bukan kunci, harus bergantung secara fungsi pada kunci pertama
- menetukan field-field kunci-kunci bisa berupa primary key, kandidat key, dll.
- Bentuk normal ke-3 ( 3NF = third normalized form )
- Tabel sudah harus berbentuk normal ke-2
- atribut bukan primer tidak tergantung secara transitif determinan terhadap kunci primernya.
Adalah kumpulan data yang tidak disimpan tidak mempunyai format
tertentu, data disimpan apa adanya sesuai masukan yang diperoleh dalam bentuk ini data mungkin saja tidak lengkap tidak konsisten / terduplikasi.
bentuk normal ke pertama dicapai apabila setiap nilai atribute adalah tunggal
ciri-cirinya
Bentuk bormal ke-2 dicapai apabila atribute yang dijadikan adentitas benar-benar sebagai determinan dari semua atribute
syarat-syarat :
adalah bentuk normal ke-2 tanpa terjadi adanya ketergantungan transitif determinan
syarat


Hara Juku no Annas
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda